Visi

Misi

Mewujudkan Generasi Muslim Berwawasan Ajaran Ahlussunnah Waljama’ah 

Mengajarkan Kitab-kitab dan Paham Ahlussunnah Waljama’ah

Sejarah Berdirinya IPBI

Ikatan Persaudaraan Barakatul Ilmi (IPBI) adalah suatu perkumpulan para Ulama, Muballig, Ustadz, , Guru Agama Islam, Muhibbin dan Khadimul Majlisi litta’lim yang berpusat di Banjarmasin. Tujuan Perkumpulan ini dibentuk adalah sebagai wadah pertemuan silaturrahmi yang lebih Intensif antar anggota sehingga terikat menjadi satu rasa persaudaraan. IPBI telah memiliki Akta Notaris tahun 2023 dan memiliki lebih dari 50 orang Anggota . Awal mula pembentukan IPBI digagas oleh beberapa Guru-Guru yang memiliki majelis ta’lim dan pengajian. Bermula dari pertemuan yang tidaklah disengaja yakni pada Hari Ahad 15 Agustus 2021 M atau 6 Muharram 1443 H di warung Mama Pina, Jl. Lingkar Selatan, Gambut, dan Gr. Hormansyah di sepakati sebagai ketuanya.
Saat itu yang hadir di pertemuan adalah:
1. Gr. Hormansyah
2. Gr. A. Fadliani
3. Ustadz Zulkifli
4. Gr. M. Hatta
5. Gr. H. Junaidinnor
6. Gr. Abadi Mukhlis
7. Gr. Rudiansyah
8. Gr. Ripani, SAg
9. Gr. Muslimin Kaderi
10.Gr. H. Abdussatar
11. Gr. Ahmad Rifani
12.Gr.Abdul Hakim, S.Pd.I
Pada pertemuan tersebut disepakati bahwa untuk membentuk perserikatan yang bernama Forum Silaturrahmi Guru-Guru Agama Islam Majelis Ta’lim atau disingkat dengan FSGA. Adapun kegiatan rutin yang dilakukan yakni pertemuan rutin setiap bulan. Dimulai di rumah Tuan Guru Hormansyah dan Iuran sebesar Rp.50.000/anggota setiap pertemuan, dan akan  membuka pendaftaran untuk anggota baru. Pada pertemuan ke-2 dilaksanakan di rumah  KH. Gusti Mardhati Rafiq, atas Saran dari  KH. Muhammad Ilyas. Forum Silaturrahim Guru-Guru Agama Islam Majelis Ta’lim (FSGA) hingga berubah menjadi Ikatan Persaudaraan Majelis Ilmu (IPMI) dan setelah itu dibentuklah kepengurusan dan Grup WA. Pada saat pembuatan Akta notaris nama IPMI berubah lagi menjadi IPBI yaitu Ikatan Persaudaraan Barakatul Ilmi, dikarenakan atas nama IPMI sudah ada yang mendaftarkan. Dengan lambang yang didesain oleh Tuan Guru Abdul Hakim, S.Pd.I berdasarkan saran dari beberapa anggota diantaranya KH. Muslimiin Al Qadri, Tuan Guru Muhammad Yasin, Tuan KH. Burhan Noor, S.Pd.I M.M,  KH. Saiful Hadi, Tuan Guru Rijali yani dan Tuan Guru Ahmad Khairani pada Tanggal 6 Maret 2022 M /13 Sya’ban 1443 H dan disempurnakan pada hari Sabtu 13 Mei 2023 M/23 Syawal 1444 H.

  

Adapun filosofi dari lambang IPBI yaitu:

1. Lima kubah: melambangkan, mencintai dan memuliakan Rasulullah saw, keluarga dan para sahabat Rasul.

2. Empat suku kata: melambangkan, berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah.

3. Warna kuning: melambangkan kemuliaan, keindahan dan keharuman

4. Rehal, Pena dan Kitab diatasnya: melambangkan mempunyai majelis yang berafiliasi tradisional.

5. Bulan kuning  : Melambangkan, ingin membawa Manfa’at dan Rahmat keseluruh dunia khususnya Indonesia.

5. Warna hijau dan jingga: melambangkan kemakmuran, kedamaian, kehangatan, kenyamanan, keceriaan dan  optimisme

6.Arab melayu : melambangkan, menjaga tradisi  dan kitab para Ulama tradisional/Ulama kampung.

7.Tali pengikat berbentuk Lam Jalalah: melambangkan, IPBI selalu terjaga keutuhan persaudaraannya lahir dan bathin, dunia sampai akhirat.

  
IPBI

Struktur Organisasi IPBI